Kalimantan
Barat memiliki potensi sumber daya yang sangat besar, baik potensi alam maupun
potensi budaya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat. Kenyataannya, kehidupan masyarakat Kalimantan Barat
masih jauh tertinggal dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia,
bahkan di antara 4 provinsi yang ada di pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan
Barat menduduki peringkat terakhir. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) tingkat nasional tahun 2008, Kalimantan Barat menduduki urutan ke-29
dengan dengan angka indeks sebesar 68,17 persen, di bawah rata-rata indeks
nasional yang berada pada rentang angka 71,17 persen.
Salah satu
penyebab rendahnya IPM di Provinsi Kalimantan Barat adalah rendahnya kualitas
sumber daya manusia yang bepengaruh secara langsung terhadap sektor ekonomi dan
kesehatan. Lebih diperparah lagi oleh budaya tutur yang dominan pada
masyarakat Kalimantan Barat dibandingkan dengan budaya baca, sehingga
menjadi kendala utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang
seharusnya mampu mengembangkan kemampuan secara mandiri memperoleh ilmu
pengetahuan melalui membaca.
Persoalan
lain yang turut mempengaruhi rendahnya IPM Kalimantan Barat, adalah masih
tingginya angka buta huruf. Pada tahun 2009, tercatat sebanyak 53.697 orang
dinyatakan sebagai penyandang buta huruf. Menyikapi permasalahan ini,
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dalam hal ini Dinas Pendidikan meyakini,
bahwa pada tahun 2010 Kalimantan Barat akan terbebas dari buta huruf. (Borneo
Tribun, Senin, 16 Maret 2009).
Keberhasilan
pengentasan buta huruf ini, harus ditindaklanjuti dengan program melek
informasi melalui penyediaan perpustakaan dan taman bacaan ditengah-tengah
lingkungan pemukiman masyarakat. Diharapkan, melalui penyediaan fasilitas
perpustakaan dan taman bacaan tersebut, dapat meningkatan minat dan kebiasaan
membaca bagi masyarakat yang baru terbebas dari buta aksara. Bila tidak
diupayakan demikian, maka warga yang baru saja terbebas dari butu huruf,
lambat-laun akan kembali ke kondisi semula menjadi buta huruf. Menyadari
kondisi demikian, maka perlu ada suatu gerakan yang merupakan tindak lanjut
dari upaya pemberantasan buta huruf, berupa pemasyarakatan minat dan kebiasaan
membaca melalui pemberdayaan perpustakaan dan taman bacaan.
Dalam
peningkatan sumber daya manusia, melalui upaya pemberantasan tingkat buta huruf
tersebut perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, LSM, OKP, dan
Masyarakat pada umumnya. Kerjasama yang dimaksud antara lain yaitu, dari
pemerintah membuat program-program dan bantuan-bantuan penunjang dalam upaya
tersebut. LSM dan OKP bergerak dengan cara sosialisasi dan pelaksanaan dan
pengawalan dari program-program pemerintah tersebut. Sedangkan masyarakat dituntut lebih
berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program pemerintah tersebut. Hal ini
dimaksudkan agar apa yang menjadi sasaran dari program-program dalam upaya
pemberantasan buta huruf tersebut tepat.
Dengan
kerjasama yang baik dari pemerintah, LSM, OKP, dan masyarakat tersebut
diharapkan kemudian tingkat buta huruf di Kalimantan Barat dapat diberantas.
Sehingga usaha-usaha dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dapat
efektif dilaksanakan. Dan hasilnya yang diharapkan kemudian adalah masyarakat
Kalimantan Barat Menjadi masyarakat dengan sumber daya manusia yang
berkualitas. Alhasil keberadaan Kalimantan Barat yang sekarang berada pada
peringkat 29 IPM secara nasional dan peringkat terakhir secara regional
Kalimantan lambat laun dapat meningkat ke peringkat yang lebih baik
Thanks Bray Infonya !!!
ReplyDeleteMampir juga ke sini ya !!! :
www.gajigratis.com
www.rifastore.net
www.tubeave.com
www.baitiket.com
www.iklantext.com